Akses Jalan Long Bagun ke Apau Kayan Putus Total Akibat Longsor

Nusantara62 Views

TANJUNG SELOR (LOMBOKEXPRESS.ID)– Akses jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim) ke Kecamatan Sungai Boh, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), mengalami putus total akibat longsor pada Jumat, 5 Juli 2024.

Ibau Ala, Kepala Adat Besar Apau Kayan, mengungkapkan bahwa longsor yang terjadi di kilometer 88 wilayah Long Bagun (Mahulu) ini mengakibatkan warga di empat kecamatan, yakni Kayan Hulu, Kayan Hilir, Kayan Selatan, dan Sungai Boh, menjadi terisolir.

“Ini satu-satunya akses jalan darat yang menghubungkan wilayah Apau Kayan di perbatasan RI-Malaysia dengan Provinsi Kaltim,” kata Ibau Ala pada Minggu (7/7/2024).

“Kalau jalan sudah terputus begini, semakin sulit masyarakat Apau Kayan untuk mendapatkan bahan pokok dan kebutuhan lainnya yang dibeli di Kaltim,” lanjutnya.

Ibau Ala, yang juga anggota DPRD Malinau, menambahkan bahwa meski kondisi jalan tersebut rusak parah, warga perbatasan tetap nekat melintas demi mendapatkan kebutuhan pokok di Long Bagun (Kaltim).

“Sungguh miris rasanya, apalagi sekarang perjalanan Long Bagun – Long Nawang memakan waktu 2 sampai 3 minggu. Padahal, di tahun 2008, rute ini bisa ditempuh hanya dalam 7 jam,” ungkapnya.

Longsornya jalan ini, lanjut Ibau Ala, telah dilaporkan ke Bupati Malinau, Wempi W Mawa, dan satuan kerja (satker) Pelaksanaan Jalan Perbatasan, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Utara.

“Kami sudah melaporkan ke Bupati Malinau dan Satker Balai Jalan. Kami berharap masalah ini segera ditangani karena ini satu-satunya akses jalan yang digunakan warga perbatasan,” jelasnya.

Selain itu, Ibau Ala juga menambahkan bahwa kerusakan jalan terjadi di beberapa kecamatan di Apau Kayan, seperti di kilometer 31, Kecamatan Sungai Boh, menuju Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu.

Baca Juga:  Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI Tiba di Lombok

“Untuk memenuhi kebutuhan pokok dan BBM (bahan bakar minyak), warga Apau Kayan harus belanja ke Kapit atau Sibu, Malaysia. Masyarakat tidak lagi belanja di Tapak Mega karena sudah tutup,” bebernya.

“Sekarang harapan masyarakat Apau Kayan hanya mendatangkan sembako dari Malaysia. Kami bersyukur semuanya lancar, namun dalam dua tahun terakhir ada lima titik jalan rusak dari Tapak Mega Malaysia menuju Panggung/Pospamtas TNI. Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus di Apau Kayan ini, apalagi ini daerah perbatasan,” tutupnya. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *